Minggu, 24 Maret 2013

Makalah Antropologi ( Masyarakat & Budaya )


KATA  PENGANTAR



           
Assalammu’alaikum Wr. Wb
           
Puji syukur Tim Penulis panjatkan kepada Allah SWT. yang telah melimpahkan segala Rahmat dan Karunia-Nya. Berkat Rahmat dan Karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul “Masyarakat dan Budaya ini tepat pada waktunya.   
Shalawat bermahkotakan Salam kita hadiahkan keharibaan Baginda Rasullullah Muhammad SAW. yang telah membawa ummatnya dari alam kebodohan  ke alam yang penuh dengan penerangan Islam dan Pengetahuan.
Ucapan terima kasih tak lupa kami haturkan kepada fasilitator, Bapak Jauhari Hasan dan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari titik kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari Pembaca sangat Tim Penulis harapkan agar makalah ini mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.
Akhirnya, Tim Penulis berharap semoga makalah ini dapat berguna bagi para Pembaca serta bagi Penulis sendiri.

Wassalmu’alaikum Wr. Wb.


   Darussalam,  maret 2012


                                                                                                                                  Penulis
                                                                                                                               ZULFATA
DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR................................................................................................................. 1

DAFTAR ISI................................................................................................................................ 2

BAB I      PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang Masalah...................................................................................................... 2  
1.2         Batasan Masalah..................................................................................................................     

BAB II    PEMBAHASAN
                        2.1 Manusia sebagai pencita budaya…………………………………………….4
2.2  Perkembanagan dan perubahan budaya……………………………………..5
2.4 Fungsi budaya bagi masyarakat……………………………………………..6
2.5 Teoti-teori kebudayaan :
2.5.1 Teori Heliolitik (Elliot smith dan W,j. perry)……………………………..7
2.5.2 Teori Dualisme Difusional (emile Durkheim)………………………….....8
2.5.3 Teori Uneven development (karl marx)……………………………………9
2.5.4 Teori Difusi Kultural (Max weber)……………………………………….10


BAB III   PENUTUP
1.1         Kesimpulan................................................................................................................ 12

DAFTAR PUSTA


           

BAB I
PENDAHLUAN
1.      Latar belakang
Semenjak islam turun di atas permukaan buni ini, dalam proses penyempurnaan akhlak dengan seiringan waktu peradaban umat manusia berlangsung secara bertahap-tahap dan di selinngi kehidupan itu dengan aneka bentuk, baik di segi pemahaman maupun di segi cultural atau budaya nya umat pada masa itu, peradaban budaya itu sangat lah penting bagi kehidupan manusia karena dengan mengetaui pola-pola bidaya tersebut umat manusia tau di mana asal-usul nya perilaku yang mereka peroleh dari zaman terdahulu hingga ke zaman kontemporel. Dalam memahami konsep-konsep budaya dan apa saja yang berkaitan dengan itu maka ada tatacara atau metode-metote yang ahrus di lewati, seyogyanya dengan pape ini bisa sedikit membantu dmemahami konseo-Konsep kebudayaan yang sebenar nya,

2.      Batasan masalah
a.        Manusia sebagai pencita budaya
b.      Perkembanagan dan perubahan budaya
c.  Fungsi budaya bagi masyarakat
d. Teoti-teori kebudayaan :










BAB II PEMBEHASAN
A.     Manusia sebagai pencipta budaya
Manusia adalah salah satu maklhluk tuhan di dunia. Makhluk tuhann di malam fana ini ada empat macam, yaitu alam,tumbuhan,dan manusia. Sifat-sifat yang di miliki keempat makhluk tuhan tersebut sebagai berikut;
1.      Alam memiliki sifat wujud
2.      Tumbuhan memiliki sifat wujud dan hidup
3.      Binatag memiliki sifat wujud,hidup dan d bekali nafsu
4.      Manusia di bekali sifat wujud,hidup,di bekali nafsu, serta akal budi.
Kebudayaan berasal dari bahsa sanskerta, nyaitu Budhayah yang merupakan bentuk jamak dai budhi(budi atau akal), di artikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal.ada pendapat lain mengatakan buda berasal dari kata budi dan daya, budi merupakan unsure rohani, sedangkan daya adalah unsure jsasmani manusia. Defenisi budaya banyak sekali pengertian nya karena dalam menafssirkan budya itu tergantung pada objek yang di teliti oleh para pemberi defeniesi sepaerti di antara nya :
1.      Herskovits memendang kebudayaan sebagai sesuatu ynag turun temurunn dai satu generasi ke generasi lainnya, yang kemudian disebut sebagai super organic.
2.      Andres Eppink menyatakan bahwa kebudayaan mengandung  keseluruhan pengertian, nilai norma, ilmu pengetauan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, relegius dan lain-lain.
Dari berbagai devenisi tersebut, dapat di peroleh pengertian mengenai kebudayaan sebagai system pengetauan yang meliputi system idea tau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia. Sehingga dalam kehhidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-baenda yang di ciptakan oleh manusia sebagai makluk yamg berbuday, bahasa , peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain. Yang kesemuanya di tunjuk kan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

 


 Drs. Herimanto,2006, ilmu sosial &budaya dasar, bumi aksara : Jakarta timur hal : 24-25
B.     Masyarakat dan budaya
Istilah masyarakat berasal dai bahasainggris yang di sebut society (berasal dari kata latin socies yang berarti kawan,keluarga serta masyarakat). Yang biasa di pakai dalam bahasa sehari-hari untuk menyebut kesatuan-kesatuan hidup manusia, “masyarakat” sendiri berasal dari akar kata bahasa arab yaitu syahara yang arti nya ikut serta.
            Secara terminologi masyarakat disebut sekumpulan manusia yang saling berinteraksi suatu kesatuan masyarakat dapat memiliki parasarana yang memuas kan para warga nya untuk berinteraksi, adnya prasarana untuk berinteraksi, adpun sarana untuk bersilaturrahmi, memang menyebab kan terjadi nya kesejahteraan antara para warga yang kolekti 
            Kebudayaan adalah seluruh siatem dan gagasan serta rasa, tindakan yang di hasil kaqn manusia dalam kehidpan bermasyarakat, yang di jadikan wilayah nya dengan belajar. Dengan demikian tindakan manusia adalah “kebudayaan” karena jumblah dindakan yang di lakukann nya dalam kehidupan bernasyarakat yang tidak di biasakannya dengan belajar(tindakan naluri, reflek, atau tindankan yang yang di lakukan melalui prosesfisiologi maupun tindakan membabi buta). Sangat terbatas sebagai tindkan yang merupakan nalurinya (misal nya makan,minum, berjalan dan lainnya).
C.     Manusia sebagi pencipta buaya
Masyarakat  ada setiap saat dari masa lalu ke masa mendatang kehadiran nya justru melallui fase  antara apa telah terjadi dan apa yang  akan terjadi. Dalam masyarakat kini terkandung pengaruh bebas, dan perilaku masa lalu serta bibit dan potensi unik masa depan , sifat berproses nya msyarakat secara tersirat berarti bahwa fase sebelum nya berhubungan sebab akibat yang memberitakan berita fase berikut nya, kaitan belakangan  yakni kaitan antara ke adaan masyarakat kini dan sejarah sebelum nya. Kaitan masyarakat dengan masa lalu nya tidak akan pernah mati sama sekali, kaitan itu melekat dalam sifat  masyarakat itu.  Masyarakat tidak akan pernah menjadi masyarakat bila  kaitan dengan masa lalu nya  tidak ada, kaitan antara masa kini dan  masa lalu  adalah berbazis tradis.
 


2, . Greertz, antropologi, (New york : Bacic books me, 1973) : Hal : 412-453
3, Piort Sztomka, azaz kebudayaan, PT grafindo : Jakarta. cet ke III  hal :65
Mekanisme ideal (psikologi) bekerja melalui kemampuan mengingat dan berkomunikasi  kepada masa lalu terpelihara karena orang mengingat pengalaman  massa lalu mereka. Kemudian ingatan ini di kembang kan melalui dua cara, pertama, mengembangkan pengalaman masa kini berdasar kan pengalaman masa lalu,  mereka pun  mempelajari pengalaman bersama  masa lalu dan masa kini yang di peroleh dengan pengalaman yanga kolktif. Yang di simpan  di dalam arsip, kepustakaan,  dan museum. Dan yang kedua  ingatan juga  mencakup ingatan  tentang generasi generasi terdahulu mengalami pencatatan sejarah, semua tradisi pengalaman masa lalu  di rekam dengan cara ini pengetauan  kolektif menjangkau  jauh ke masa lalu.
D.     Funsi budya bagi masyarakat
Kebudayaan tidak meemiliki lestari, jika tidak memiliki kekuatan- kekuatanpokok tertentu  para anggota nya, sampai berupa jauh suatu kebudayaan dapat memenuhi kebutuhan –kebutuhan, itulah yang akhir nya menentuksn sukses nya. “sukses" di atur dengan nilai-nilai  kebudayaan itu sendiri.dan bukan dari sesuatu dari luar. Kebudayaan harus mampu meproduksi dan mendistribusikan barang –barang dan jasa. Yang di pandang perlu itu kebudayaan harus menjamin kelestarian biologis,  dengan cara memproduksikan anggota-anggota nya, para anggota yang baru harus di kulturasikan  sehingga dapat berprilaku sebagai orang dewasa. Kebudayaan harus memelihara keterlibtan  antara para anggota nya  itu bertahan hidup dan mengadakan kegiatan-kegiatan yang perlu untuk kelangsunagan hidup it. Dalam konteks sekarang bisa kita lihat bahwa buday  itu dapat di artikan sebagai identitas suatu wilayah dan makna plurarisme  yang mendapat kan kesergaman sehingga manusia di harus kan Saling menghargai, menghormati serta menjaga asset kebudayaan nya masngi- masing.




                



, Lawnister, sharp, (New  York : roscel sage formation 1952) Hal : 254
E.      Teori-teori kebudayaan

1.       Teori Heliolitik (Elliot smith dan W,j. perry)
Teori difusi Eliot smith dan penelitian difusi kebudayaan . seorang tokoh misal nya  A.c haddon, yang pernah memimpin expidisi di suatu daerah di selat tores. Karena teori-teori mereka sangat aneh. Mereka mengajukan peristiwa sejarah kebudayaan dunia purbakala ada di mesir hingga ke indonesia, teori itu kemudian sering disebut heliolithic theory, karena menurut Elliot smith dan perry unsur-unsur penting  dalam kebudayaan mesir kuno yang terbesar ke daerah luas tersebut di atas itu tampak  pada bangunan-bangunan batu besar, dan juga pada suatu komlek unsur-unsur keagamaan yang berpusatpada penyembahan matahari atau helios
            Pandangan yang mesir sentris ini sebenar nya tidak begitu aneh pada zaman itu, yaitu sekitar perang dunia I, waktu orang –orang eropa sedang kagum-kagum nya kepada peninggalan mesir kuno. Elliot smith  merasa kagum terhadap penggalan –peninggalan  mesir kuno itu hingga ia melakukan penilitian di seluruh wiayah mesir itu hingga timbul nya suatu teori heliolitik. Heriolitik tersebut kemudian di pergunakan dalam suatu penilitian besar  oleh W.J.perry, yang mencoba mencari denagan teliti jalan–jalan difusi heliotik. Unsur-unsur yang tersangkut dalam gerak persebaran itu, serta sebab-sebab dari defusi. Dalam persebaran nya dari mesir sampai ke amerika tengah dan selatan itu, Indonesia tentu tersangkut , karena kepulauan kita berada di tengah –tengah jaln mesir dan amerika. Hasil peneliti perry di cantum kan dalam buku nya yang bernama the children of the sun (1923)  pada masa sekarang  teori heliotik it hanya bisa kita pandang sebagai suatu contoh saja dadi salah satuu cara yang pernah di gunakan oleh para ahli antropologi untuk mencoba menerangkan gejala persamaan-persamaan unsur-unsur kebudayaan di ber bagai tempat di dunia.


 

, .lihat mengenai hal itu  buku pegantar ilmu antropologi(koentjaningrat 1980:bab IV,V)H:34

2.      Teori dualism difusional (Emile Durkheim)
            Emille Durkheim(11858-1917) lahir pada tahun 1858 di kota kecil lorrane sebagai putra keluarga yahudi erancis. Dalam teori fakta sosial nya, landasan berfikir Durkheim mengenai masyarakat adalah pandamgan nya dengan masyarakat yang hidup. Di situ ada manusia –manusia yang befikir dan bertingkah laku  dalam hubungan satu dengan yang lain. Dalam berfikir dan bertingkah laku manusia di hadap kan pada gejala-gejala dan fakta sosial (faits siciaux) yang seolah olah sudah ada di luar diri para individu yang menjadi masyarakat tadi, fakta-fakta individu. Fakta-fakta sosial itu malahan mempunyai kekuatamn memeksa individu untuk brfikir menurut garis –garis dan bertindak menurut cara-cara tertentu.
            Fakta-fakta sosial itu mula-mula berasal pikiran atau tingkah lalu ndividu, namun agar suatu fakta sosial, harus ada bebeberapa individu yang berfikir atau bertingkah lakubersama nya, sintesa nya, di mana pikiran dan tingkah laku  tiap individu di robah  agar sesuai dan cocok  dengan pikiran individu lain nya, apabila suatu fakta sosial sudah mantap, ia hidup sebagai ennititas sendiri di luar diri para individu tetap tidak berobah walaupun individu-individu yang mula-mula menciptakan nya dan kemudian mengikuti  nya dan akhir nya mati, diganti oleh suatu angkatan individu-individu warga msayarakat yang baru, yang tetap akan mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap nya. Pandangan Durkheim mengenai masyarakat, fakta-fakta sosial’ dan warga individu masyarakat yang menyesuaikan pikiran dan tingkah laku mereka dengan fakta-fakta sosial tadi, sudah di uraikan dalam karya pertama nya itu (res leglesde la method siciologique)-(simson 1963:23-24).
Fakta-fakta sosial harus di pelajari secara obyektif, dengan memendang nya sebagai benda. Dengan itu Durkheim bermasud menekan kan bahwa seorang ahli sosiologi harusaha menganggap gejala-gejala sosial itu sebagai kejadian –kejadian yang konkret. Dengan lolkasi tempat yang nyata dan dalam jangka waktu tertentu. Denagn menggunakan metodiologi sendiri yang baru maka ilmu tentang fakta, sosial itu patut berdiri sendiri sebagai ilmu tersendiri, yaitu ilmu sosiologi.
            Dalam ilmu sosiologi dan antropologi sosial masa kini, konsep yang di beri istilah khusus, seperti gejala sosial, fakta sosial, mani festasi sosial, pranata sosial, dan norma sserta nilai soasial itu, memamg sudah di bedakan secara tajam oleh Durkheim
3.      TeoriUneven Developmwnt (Karl Marx)
Karl Mark menganggap bahwa tugas ilmu budaya adalah memahami dan menjelaqskan aspek-aspek realitas sosial yang memiliki arti budaya. Pemikiran ini berdasarkan pada konsepsi tentang bagaimana pengetahuan ilmiah budaya yang objektif itu mungkin dan bagaimana tindakan yang sanagat bermakna menjadi atribut yang esensual  bagi manusia, dengan kata lain pemikiran tersebut mendasarkan diri pada gagasan  Karl Mark tentang objektivitas san apa yang merupakan realitas sosial yang menjadi objek ilmu budaya namun, posisi metodolgis tersebut bukan sepersatu nya cara dimana budaya member tidak awal bagi Karl Mark. Perubahan budaya juga muncul sebagai materi yang perlu difokuskan oleh Karl Mark ntuk menjawab pertanyaan utama yang dihadapi nya, yaitu apa arti budaya dari rasionalisme barat modern ? Pertanyaan ini menghancurkan ada nya adopsi metode komparatif karena tidak mungkin menjawab pertanyaan tersebut tanpa menempatkan nya ke dalam konteks sejarah budaya vassal komperatif (1990;23) pkok persoalan dan metode Karl Mark dikatakan oleh kesimpulan-kesimpulan yang didapat nya  dalam preview cara Karl Mark untuk mencantumkan kekhususan demi  mendekati baik analisanya tentang rasionalisme barat maupun  dalam studi nya tentang agama-agama dunia lain, Adakah dengan memberikan focus pada buday. Secara sambil lalu, fakta menunjukan bahwa sebagian berat World view yang ada dalam tulisan-tulisan Karl Mark termasuk dalam sidang kehidupan intektual dalam dunia modern.
Kita akan bila memperoleh gambaran lebih jelas tentang kontribusi teoritis dar tiap-tiap elemen sosiologi budaya arsip secara keseluruhan dengan memperluas metaforaswicthmen dengan menghidupkan Karl Mark menjelaskan bahwa :  bukan gagasan secara langsung menguasai  tindakan manusia melainkan materi dan kepentingan-kepentingan ideal, citra-citra dunia yang sering diciptakan oleh gagasan seperti switchmen telah menentukan jalur dimana tindakan didorong oleh tindakan kepentingan (1948:280) tetapi selama pertanyaan ini tidak secara langsung menyebutkan bahwa (hanyalah) interelasi  antar World view dan kepentinjgan yang menjelaskan pengaruh gagasan maka pertanyaan itu menyesatkan.



 

 Schroeder, Ralph 2002, hegemoni system kepercayaan, Kantisitus ; yogyakarta. Hal : 54

4.      Teori difusi Kultural (max weber dan rivers)
            W.H.R river (1864-1992), mula-mula adalah seorang dokter dan ahli psikologi yang kemudian tertarik pada ilmu antropologi, ketika ia turut menjadi sebagai anggota cambrigge torres straits exspedition dalam tahun 1899. Ekpedisi yang merupakan peristiwa penting dalam sejarah perkembangan ilmu antropologi itu bermaksud meneliti hubungan antara kebudayaan –kebudayaan suku-suku bangsa yang mendiami daerah-daerah di sekitar selat tores, yaitu irian selatan dan Australi utara.
            Selama bekerja sebagai anggota exspidisi, rivers telah berhasil mengembangkan suatu metode wawancara yang baru, yang menjawab kan ia banyak memperoleh  dan mengumpulkan banyak bahan, terutama dalam system kemasyarakatan suku-suku bangsa yang hidup di selat tore. Metode yang oleh river kemudian di uraikan dalam karangan berjudul A genealogical medhod of anthropological inquiry (1910). Terbukti merupakan suatu metode yang kemudian akan menjadi metode pokok dalam sebagian basar ilmu antropologi yang berdassarkan field work. Metode yang dilakukan sebanar nya adalah suatu wawan cara yang saya uraikan dengan secara singkat di bawah ini.
            Apabila seorang peneliti datang kepada suatu masyarakat, maka sebagian besar dari bahan karangan nya akan di perolaeh nya dari pada informan, dengan berbagai macam metode wawancara, dengan mengurut kan sumber dengan sistimatis dengan  menganalisa dari daftar asal- usul atau geneologi  dari informan  itu, dengan itu peneliti harus mengumpulkan banyak daftar asal–usul individu-individu dalam masyarakat objek penelitian nya itu. Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai kaum kerabat dan nenek moyamg para individu tadi sebagai pangkal, seorang peneliti dapat menembangkan suatu wawan cara yang sangat luas seali. Mengenai macam –macam peristiwa yang menyangkut kerabat dan kaum nenek moyang nya tadi, dengan pertanyaan yang bersifat konkrit. Metode ini terkenal dengan metode geneologi. Atau Geneological method dan merupakann alat utama bagi tiap-tiap antropologi yang akan maelakuka field work di daerah.
 

, koentjaraningrat 1977,Antropologi, bumi aksara : Jakarta timur, hal. 182-189
Banyak dari bahan keterangan yang di kumpulkan oleh rivers selama melakukan penelitian di daerah selat tores menjadi bahan bagi kedua ilid dari buku nya yang berjudul the story of melenesian society (19114-an) terutama jilid II menggunakan metode-metode penelitian difusi  unsur unsur kebudayaan  dari kebudayaan – kebudayaan  di daerah malenisia,  serupa dengan metode-metode yang di anjurkan f.graebner dan w.scmidt, itulah sebab nya river dapat kita golongkan dalam satu bab bersama-sama dengan kedua sarjana tadi.
            Pada akhir riwayat kesarjanaan nya muncul lagi karangan-karangan nya yang bersifat psikologi  yaitu ilmu pangkal nya seperti confic and dream (1923, dan beberapa yang lain tetapi ia tidak akn pernah meninggalkan ilmu antropologi, malahan ia mengikuti perkembangan –perkembangan nya, tampak dari buku nya yang terbit Anumerta, social organization (1924), merupakan suatu perbaikan yang di tulis nya dalam tahun 1914.












 


.di muat dalam majalah sociological review (1910:1-10)
BAB III PENUTUP
1.      KESIMPULAN
Manusia adalah salah satu maklhluk tuhan di dunia. Makhluk tuhann di malam fana ini ada empat macam, yaitu alam,tumbuhan,dan manusia, Kebudayaan berasal dari bahsa sanskerta, nyaitu Budhayah yang merupakan bentuk jamak dai budhi(budi atau akal), di artikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal.ada pendapat lain mengatakan buda berasal dari kata budi dan daya, budi merupakan unsure rohani, sedangkan daya adalah unsure jsasmani manusia. Defenisi budaya banyak sekali pengertian nya karena dalam menafssirkan budya itu tergantung Masyarakat  ada setiap saat dari masa lalu ke masa mendatang kehadiran nya justru melallui fase  antara apa telah terjadi dan apa yang  akan terjadi. Dalam masyarakat kini terkandung pengaruh bebas, dan perilaku masa lalu serta bibit dan potensi unik masa depan , sifat berproses nya msyarakat secara tersirat berarti bahwa fase sebelum nya berhubungan sebab akibat yang memberitakan berita fase berikut nya, kaitan belakangan  yakni kaitan antara ke adaan masyarakat kini dan sejarah sebelum nya. Kaitan masyarakat dengan masa lalu nya tidak akan pernah mati sama sekali, pada objek yang di teliti oleh para pemberi defeniesi
Senada dengan berbagai teori-teori yang saling beraneka, bahkan secara lahiriah cukup membedakan serta menentang dalam kategori kebudayaan atau pun sebagai nya, dari suatu sisi kita pasti dapat mempersisikan perbedaan dalam teori-teori itu pada hakikat nya menciptakan kemaslahatan umat dalam berbudaya.

2.      SARAN
Berbicara masalah kebudayaan maka sudah tentu nya memehami perbedaan, dari persepsi ini, maka apapun yang kita pikirkan mengeni perbedaan itu, harus lah menganggap perbedaan tersebut sebagai rahmad dalam berbudaya, bermasyarakat bahkan dalam ber negara. Atas interpretasikan melalui paper-paper ini kami selau membuka pintu kritikan bagi si pembaca, demi tercapai nya permasalahan yang sebenar nya.


DAFTAR PUSTAKA
Koentjaningrat, 1987,sejarah teori antropologi I , universitas Indonesia(UN-press), :jakarta
Drs. Herimanto,2006, ilmu sosial &budaya dasar, bumi aksara : Jakarta timur
Koenjaningrat, 2003,pnengantar antropologi, (New york : Bacic books me, 1973), rineneka cipta : jakarta
Lawnister, sharp,2000, (New  York : roscel sage formation 1952, asdi mahasatya : jakarta
Schroeder, Ralph 2002, hegemoni system kepercayaan, Kantisitus ; yogyakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar